Depok adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kantor Kecamatan Depok di Komplek Kolombo No.50 A, Desa Catur Tunggal. Lokasi ibu kota kecamatan Depok berada di 7.75715‘ LS dan 110.39625‘ BT. Kecamatan Depok merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di Kawasan Utara Aglomerasi Kota Yogyakarta, Depok terasa istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, obyek vital, dan kawasan pemukiman baru. Kawasan yang terdiri dari 3 Desa dan 58 Dusun ini sudah sedemikian menyatu dengan kota Yogyakarta, sehingga batasnya tak kelihatan lagi. Kecamatan Depok dihuni oleh 119.063 jiwa (Data Kantor Kependudukan & Catatan Sipil, Kab. Sleman 2006) yang terdiri dari 61.614 laki-laki, dan 57.449 perempuan, mereka terbagi dalam 33.113 Kepala Keluarga.
Di Kecamatan ini terdapat berbagai tak kurang 23 perguruan tinggi diantara yang terkenal adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (IAIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Universitas Atmajaya Yogyakarta, dan STIE YKPN Yogyakarta. Keberadaan berbagai perguruan tinggi tersebut menghadirkan ribuan pelajar, mahasiswa dan pendatang yang berdomisili di daerah ini.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, angka kriminalitas di Kecamatan Depok juga tertinggi di Kabupaten Sleman, bahkan menurut hampir 3/4 kasus kriminalitas di Kabupaten Sleman terjadi di wilayah ini. Kebanyakan kasus kriminal yang terjadi adalah Curanmor dan Narkoba. Untuk mengantisipasinya, terdapat tiga Polsek di Kecamatan ini yakni Polsek Depok Barat, Depok Timur, dan Bulaksumur.
Keistimewaan Kecamatan Depok semakin bertambah dengan keberadaan beberapa obyek vital seperti Bandar Udara Adisucipto Yogyakarta, Stadion Sleman dan Markas Polda DIY. Berbagai Pusat Perbelanjaan dan Hotel juga berlokasi di wilayah ini. Bagi yang tidak tahu, mungkin akan menganggap wilayah kecamatan Depok masih menjadi bagian kota Yogyakarta.Depok dibagi menjadi tiga wilayah administratif, yaitu :
Saturday, November 28, 2009
Kecamatan Depok
Kalurahan Maguwoharjo
Pada mulanya Desa Maguwoharjo merupakan wilayah yang terdiri dari 5 (lima) Kelurahan dan 2 (dua) kampung, masing-masing adalah: Kelurahan Kembang, Kelurahan Nayan, Kelurahan Tajem, Kelurahan Paingan, Kelurahan Padasan, Kampung Pengawatrejo, Kampung Blimbingsari. Berdasarkan maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka 5 (lima) Kelurahan dan 2 (dua) kampung tersebut kemudian digabung menjadi 1 Desa yang otonom dengan nama Desa Maguwoharjo. Secara resmi Desa Maguwoharjo ditetapkan berdasarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-Daerah Kelurahan.
Adapun padukuhan yang berada di wilayah ini adalah :
1.Banjeng
2.Corongan
3.Demangan
4. Denokan
5. Jenengan
6. Kalongan
7. Karangploso
8. Kembang
9. Krodan
10. Meguwo
11. Nanggulan
12. Nayan
13. Pugeran
14. Ringinsari
15. Sambilegi Kidul
16. Sambilegi Lor
17. Sanggrahan
18. Sembego
19. Setan
20. Tajem
Selengkapnya...
Kalurahan Condongcatur
Berdasarkan maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintah Kelurahan, maka 4 (empat) kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi 1 (satu) “ Kelurahan yang otonom” dengan nama Condongcatur yang secara resmi ditetapkan berdasarkan maklumat Nomor : 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-Daerah Kelurahan, Desa Condongcatur berdiri atau diresmikan pada tanggal 26 Desember 1946.
Adapun padusunan dalam wilayahnya adalah sebagai berikut
1. Dabag
2. Dero
3. Gandok
4. Gejayan
5. Gempol
6. Joho
7. Kaliwaru
8. Kayen
9. Kentungan
10. Manukan
11. Ngringin
12. Ngropoh
13. Pikgondang
14. Pondok
15. Pring Wulung
16. Sanggahan
17. Soropadan
18. Tiyasan
Selengkapnya...
Kalurahan Caturtunggal
Caturtunggal adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Depok, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Desa Caturtunggal terletak pada posisi 7º46’48” LS, dan 110º23’45” BT, dengan luas wilayah 11.070.000 M² dan didiami oleh 57.228 jiwa.
Pada mulanya Desa Caturtunggal merupakan wilayah yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan, yaitu Kelurahan Karangwuni, Kelurahan Mrican, Kelurahan Demangan, Kelurahan Ambarukmo, dan Kelurahan Kledokan. Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka lima kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama Desa Caturtunggal yang secara resmi ditetapkan berdasarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan.
Sebagai daerah dengan PTN terbanyak, maka daerah ini hampir seperempatnya dihuni oleh mahasiswa. Banyak terdapat lokasi indekos dan penginapan. Secara administratif, wilayah Caturtunggal dibagi menjadi 20 dusun. Adapun pembagian dusun Caturtunggal adalah sebagai berikut
1. Ambarukmo
2. Blimbingsari
3. Gowok
4. Janti
5. Karang Gayam
6. Karang Malang
7. Karangwuni
8. Kledokan
9. Kocoran
10. Manggung
11. Mrican
12. Ngentak
13. Nologaten
14. Papringan
15. Sagan
16. Samirono
17. Santren
18. Seturan
19. Tambakbayan
20. Tempel
Selengkapnya...