Wednesday, July 29, 2015
Make or Sell : Permasalahan dalam rantai nilai salak
Tuesday, April 22, 2014
Membangun Turi : Integrasi Agrowisata dan Agroindustri
Monday, April 21, 2014
Membangun potensi agropolitan Sleman : antara mitos dan realitas ?
Agro-klustering UKM berbasis salak pondoh
Kopi Buah Salak Pondoh Sleman
- Salak sidempuan, dari Sumatera Utara
- Salak condet, Jakarta
- Salak pondoh, Sleman
- Salak bali, Bali
| Gerbang salah satu perkebunan salak di wilayah Sleman |
![]() |
| Penjajal minuman biji salak pondoh |
Tuesday, March 25, 2014
Selamat atas Indikasi Geografis Salak Pondoh
Thursday, May 5, 2011
Kuliner Sleman : Brongkos Warung Ijo Bu Padmo
Obyek Wisata Baru Sleman : kampoeng Maridjan
Museum Gunung Merapi Sleman : Mampukah bersaing ?
Monday, May 2, 2011
Mengembangkan eko-wisata Sleman
Selama ini, wisata Sleman berada sebagai pelengkap wisata budaya Yogyakarta, namun sebenarnya tidak. Banyak sekali obyek wisata apabila dikemas sebagai satu paket maka akan menjadi sebuah sistem eko-wisata yang saling mendukung.
Dari sisi keuangan, wilayah Sleman terjangkau oleh layanan dari bank-bank BUMN maupun BUMD lengkap dengan ATM-nya.
Di wilayah Pakem terdapat banyak sekali warung makan dan restoran yang menyuguhkan menu ikan kolam, seperti gurame, bawal, dsb. Dengan nuansa desa, pengunjung juga disuguhi oleh penyanyi yang biasanya manggung pada saat peak season. Salah satu pojok dari sebuah restoran alam dapat dilihat sebagai berikut :
Di wilayah daerah antara Tempel dan Turi terdapat berbagai wisata alam yang memberikan layanan outbound, trekking, jelajah desa, jelajah sungai dan kebun salak petik-sendiri.
Apabila anda ingin mengadakan tour secara berkelompok, dapat menghubungi Sdr Syits Romi dengan nomer HP : 087838148877. Menyediakan jasa tour, travel dan guide.
Selengkapnya...
Sepinya Kaliurang, Ramainya Cangkringan
Di pojok desa dapat dilihat para pemuda yang melakukan ronda secara bergiliran selama 24 jam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selengkapnya...
Monday, November 29, 2010
NKRI Harga Mati, Keistimewaan DIY sampai Mati !!!
Demikianlah beberapa kata yang dilontarkan warga DIY yang sebagian besar menginginkan dan mempertahankan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Monday, November 8, 2010
Mengapa para pengungsi Merapi bandel pulang ke rumah ?
Banyak yang mengira, para pengungsi Merapi adalah manusia-manusia bandel yang tidak tau betapa berharganya nyawa dan keselamatan diri. Namun, apabila dianalisis lebih mendalam, "kebandelan" mereka itu beralasan.
Wednesday, October 27, 2010
Sleman : Peta Bahaya Merapi
Sang Pemberani itu telah tiada
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.....
Mbah Maridjan, meski banyak yang mengatakan engkau ngeyel dan keras kepala serta akhirnya meninggal dalam kondisi sujud. Aku tetap melihatmu sebagai orang yang loyal dalam menjalankan tugas.
Meski Sinuhun berkata bahwa engkau bukanlah juru kunci Merapi, tapi juru kuncu ritual kraton, namun dalam diriku tetap menjadikan engkau contoh kesetiaan dan loyalitas pada rakyat dan Allah.
Engkau manembah dan sujud, meski wedhus gembel sudah dekat.....
Mbah, engkaulah Raja tanpa Mahkota......pemberani, loyal dan gugur menjalankan tugas sebagai khalifah.....
Selamat jalan Mbah Maridjan....... Selengkapnya...
Our deepest condolence : Selamat Jalan Mbah Maridjan
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.....
Telah meninggal dunia, mBah Mardijan atau lengkapnya Mas Penewu Suraksohargo. Berikut biodata almarhum yang dilansir dari Kompas.com.
Selengkapnya...
Tuesday, October 26, 2010
26 Oktober 2010 Salah satu tanggal bersejarah Gunung Merapi
Sampai malam hari ini, tanggal 26 Oktober 2010, Merapi telah memuntahkan material ke udara. Evakuasi telah dilakukan terhadap penduduk di deputaran puncak gunung Merapi yang meliputi wilayah utara Sleman, Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan gunung Merapi, kunjungi :
- JARINGAN INFORMASI LINGKAR MERAPI http://merapi.combine.or.id/
- SABO Yogyakarta http://www.isdm-indonesia.net/
Thursday, December 17, 2009
The Riverside Jogja : Membangun sebuah cottage dan cafe di pedesaan
The Riverside Jogja terdiri dari sebuah cafe yang berbentuk joglo dan dua buah cottage. Pengunjung yang berasal dari kota besar, biasanya senang sekali dengan suasana sungai Boyong yang sejuk dan rindangnya pepohonan.
Untuk dapat melihat informasi lebih jauh mengenai The Riverside Jogja ini, dapat mengunjungi website resmi di http://www.riverside-jogja.com/
Selengkapnya...
Saturday, December 12, 2009
Mbangun deso bukan berarti gaptek coy !!!
Suatu saat saya melihat seorang pemuda lulusan SMA sedang menggunakan internet di sebuah kecamatan di desa hanya untuk mengakses situs porno. Penyalahgunaan internet untuk hal-hal yang tidak berguna, bahkan membahayakan apabila salah. Sang pemuda itu, bisa menghabiskan waktu lebih dari tiga jam sehari untuk pergi ke warnet di kota kecamatan dengan menggunakan uang saku dari orang tuanya.
Bagaimanakah hal ini bisa dilaksanakan di Indonesia pada umumnya dan Sleman pada khususnya ? Sebagian besar warga Sleman pasti akan skeptis, bahkan apriori terhadap konsep e-Farm ini, namun apabila kita analisis konsep e-Farm ini bisa diterapkan dengan mengelola yang telah ada yang bahkan selama ini hanya menjadi aset yang menganggur dan tidak berfungsi. Sebagai ilustrasi sederhana, pengelolaan Pasar Agropolitan di Turi yang selama ini nampak sepi (paling tidak dalam kacamata orang awam seperti saya ini).
Selama ini, pasar Agropolitan yang dimaksudkan sebagai sentra perdagangan di Donokerto ini tidaklah seramai yang diharapkan, bahkan sekarang ini nampak seperti "pasar hantu". Seorang rekan saya yang ikut serta dalam perburuan foto berseloroh, "Andaikata di sekitarnya terdapat pohon beringin, dapat dipastikan pasar agropolitan ini menjadi pada akhirnya malah menjadi pasar jin beneran". Lalu, kami berdua "ngakak" sambil memotret sudut yang paling representatif untuk mengutarakan "ke-hantu-an" itu.
Sebenanrya, pasar Agropolitan semacam ini bisa menjadi semacam "supply hub" dimana di pasar tersebut terdapat pusat informasi harga salak pondoh beserta hasil bumi lain sehingga petani bisa menjual produk-produknya di pasar ini sebagai supplier. Di ujung lain sana, jaringan terhubung dengan sebuah sentra virtual dimana terdapat informasi mengenai ketersediaan supply dan demand berikut harga di pasaran. Selama ini, terdapat semacam assymetric information dalam rantai pasok hasil bumi sehingga petani tidak memiliki akses informasi pasar mengenai harga beserta fluktuasinya. Dengan adanya e-Farm ini, informasi asimetrik (assymetric information) mengenai harga dan kuantitas dapat dikurangi karena terdapat transparasi harga.
Dengan melihat keberhasilan pembangunan di India dengan e-Farm ini, kemudian kita layak bertanya, apa yang dimiliki oleh orang India yang kita tidak miliki dan apa yang harus dimiliki agar e-Farm bisa berhasil. Last but not least, maukah kita membangun desa tanpa meninggalkan teknologi dan mengadopsi teknologi tanpa melupakan pembangunan pedesaan. Bukankah dengan masuknya internet "digital divide" bisa dikurangi ? Barangkali internet akan dilihat sebagai sarana teknologi lain, sebagaimana traktor yang digunakan untuk menggantikan sarana membajak sawah yang dahulu digunakan oleh kakek-nenek kita di pedesaan, yaitu "bajak plus kerbau".
Hal yang tetap di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Dan, apabila perubahan itu "inevitable", bisakah kita menumpangi perubahan itu dan bukannya ditumpangi sampai "gepeng" ?
MAD
Selengkapnya...
Sunday, December 6, 2009
Pasar : antara yang tradisional dan modern
Dalam konteks tradisional jaman dahulu di pedesaan, pasar merupakan tempat jual beli yang ada pada suatu wilayah (biasanya kalau di Sleman di tingkat kelurahan dan kecamatan) dimana penjual dan pembeli bertemu pada saat yang telah ditentukan sesuai dengan hari pasaran. Pasar Tempel yang setiap hari ada aktivitas pasar dibandingkan Pasar Turi yang beraktivitas pada hari pasaran tertentu.
Pasar Cebongan yang terletak di kelurahan Cebongan, kecamatan Seyegan
Selengkapnya...






